Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2018

Hebat, Rusia Buat Kapal Selam Bertenaga Nuklir Abadi Tanpa Bahan Bakar

Hebat, Rusia Buat Kapal Selam Bertenaga Nuklir Abadi Tanpa Bahan Bakar

RajaBerita - Rusia kini memiliki kapal selam yang dapat melakukan perjalanan ke seluruh dunia tanpa perlu diisi bahan bakar ulang, menurut laporan salah satu media negara itu.

Moskow meluncurkan dua kapal selam nuklir baru generasi keempat, Yasen dan Borey yang dapat mengarungi lautan dunia tanpa perlu mengisi bahan bakar, demikian seperti dikutip dari RBTH Indonesia, Selasa (3/8/2018).

Pengembang dan perancang kapal selam itu adalah Rosatom, perusahaan negara Rusia yang memproduksi mesin nuklir dan instalasi operasi militer dan nonmiliter dalam negeri. Pada awal 2017, mereka menyelesaikan tes inti reaktor nuklir dan pada 7 Agustus 2018, informasi tentang tes ini dipublikasikan dalam laporan tahunan perusahaan.

Teknologi reaktor teranyar dari Rosatom yang akan dipasang pada kapal selam tersebut diklaim memiliki manfaat ekonomi yang signifikan, seakan "memiliki mobil yang bisa melakukan perjalanan di seluruh dunia tanpa perlu membuat satu pemberhentian pun di pom bensin."

Sebelum adanya teknologi semacam itu, Ruia harus "mengecas" semua kapal selam nuklir setiap 5 hingga 10 tahun sekali dengan membongkar kapal selam, mencopot mesin nuklir, menempatkan mesin dalam wadah timah tertutup, membuang bahan bakar nuklir bekas, dan memasukkan reaktor nuklir baru.

Proses rumit ini dilakukan oleh salah satu unit tempur utama Rusia dan membutuhkan biaya jutaan rubel.

Oleh karena itu, desain baru ini akan memungkinkan Rusia untuk mempertahankan senjata yang paling canggih dengan biaya rendah.

Reaktor Nuklir Abadi Akan Digunakan pada Rudal Jelajah Rusia


Hebat, Rusia Buat Kapal Selam Bertenaga Nuklir Abadi Tanpa Bahan Bakar

Pada awal Maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan senjata baru negara ke dunia: sebuah misil yang menggunakan mesin nuklir "abadi".

Ini adalah misil jelajah yang dapat mengelilingi dunia berkali-kali dan menyerang setiap kelompok musuh atau teroris, bahkan jika mereka mencoba bersembunyi di Antartika.

"Kami telah mulai mengembangkan jenis senjata strategis baru yang tidak menggunakan lintasan penerbangan balistik sama sekali, yang artinya tidak ada sistem pertahanan misil di dunia yang mampu menahannya," kata Putin.

Dmitry Safonov, mantan koresponden militer di harian Izvestia, mengatakan kepada Russia Beyond bahwa misil baru ini menyerupai misil X-101 Rusia dan misil Tomahawk Amerika yang terkenal.

"Kenyataannya, misil baru ini telah dilengkapi sebuah perangkat kecil bertenaga nuklir, yang secara drastis dapat meningkatkan jangkauan terbangnya senjata baru ini," tambahnya.

Selain itu, misil ini dapat terbang rendah dan tenang. Dalam artian, sekalinya ditembakkan ke arah target, misil ini melaju dengan kecepatan supersonik yang tidak dapat dideteksi oleh sistem pertahanan misil modern, seperti ditekankan oleh Putin.

"Jangkauan terbangnya tidak pasti, sehingga ia dapat mengubah lintasan di tengah penerbangan. Seperti yang Anda pikirkan, ini memang yang pertama untuk jenisnya. Di masa depan ia bisa saja digunakan, tetapi sementara itu orang-orang kami masih akan membuat penemuan lain," jelas Putin.


Mainkan Game Casino Online Di Rajabakarat Sekarang Juga 
| Baccarat | Roullette | Sicbo | Dragon Tiger | Slot Game | Sabung Ayam |
Deposit 20.000 Min 
Withdraw 50.000 
Bonus Rolingan 0.8% 
Bonus Referral 1% 
Ayo Buruan Daftar Dan Nikmati Keuntungannya

Minggu, 02 September 2018

Tertangkap Kamera, Ayam Duduk Diatas Ular, Ini Penyebabnya

Tertangkap Kamera, Ayam Duduk Diatas Ular, Ini Penyebabnya

RajaBerita - Texas - Ada penampakan tidak biasa yang terlihat di sebuah kandang ayam di Hull, Texas, Amerika Serikat. Seekor ayam hidup satu kandang dengan ular yang dikenal sebagai hewan berbahaya.

Seperti dikutip dari laman Star-telegram.com, Senin (27/8/2018), rupanya, pemandangan ini bukanlah simbol kerukunan si ular dan ayam.

Sang pemilik ayam tersebut mengatakan bahwa si ular ternyata hendak mencuri telur yang dieram oleh hewan peliharaannya.

Bob dan Sarah Allison yang merupakan pemilik ayam itu mengatakan, salah satu alasan si ular hendak mencuri telur si ayam, karena hewan berbisa itu kelaparan.

"Sebenarnya, ular itu sudah hidup di area kandang ayam selama empat tahun. Tetapi, selama ini saya belum pernah kehilangan ayam ataupun telurnya," ujar Allison.

"Saat saya tahu ada ular di dalam kandang ayam, langkah pertama yang dilakukan adalah mengabadikannya dalam sebuah foto," tambahnya.

Awalnya Bob dan Sarah Allison mengaku tak percaya pada kejadian tersebut. Foto ular yang sedang bersama ayam di kandang ini langsung mereka unggah ke Facebook.

Tertangkap Kamera, Ayam Duduk Diatas Ular, Ini Penyebabnya

"Lihatlah dua hewan ini. Ular ini berusaha mencuri telur ayam tetapi malah terjepit oleh tubuh ayam," tulis mereka.

Banyak netizen yang menyarankan agar Bob dan Sarah Allison segera memindahkan ular itu. Sebab mereka khawatir si ular bisa melumpuhkan ayam dengan lilitannya.

Tak lama setelah itu, Allison mengatakan jika ular yang sedang dalam posisi terjepit itu telah dikeluarkan dari dalam kandang sehingga si ayam bisa melanjutkan aktivitasnya,  mengerami telur anak-anaknya.

Ular Piton Vs Pria Indonesia

Tertangkap Kamera, Ayam Duduk Diatas Ular, Ini Penyebabnya

Ular memang dikenal sebagai salah satu pemangsa paling ganas. Bukan hanya racunnya, tetapi lilitan ular bisa mematikan mangsa.

Salah satu jenis ular yang punya kemampuan untuk melilit korbannya adalah piton. Salah satu kasus yang sempat mendunia antara ular dan manusia pun pernah terjadi di Indonesia.

Pada Oktober 2017, seorang pria yang bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau tak menyangka jika harus berhadapan dengan seekor ular piton sepanjang tujuh meter.

Pertarungan sengit yang nyaris merenggut nyawanya itu bermula ketika ia sedang dalam perjalanan pulang selepas bekerja.

Di tengah perjalanan, pria yang diketahui bernama Robert Nababan itu melihat ada dua orang pejalan kaki yang terhenti langkahnya, karena ketakutan melihat seekor ular piton raksasa. Demikian dilansir dari laman Asia Wire.

Karena tak ingin orang lain celaka, Robert memutuskan untuk mengusir ular piton. Namun siapa sangka, upaya mengusir ular itu berujung pada pertarungan sengit.

Pria berusia 37 tahun tersebut dilaporkan terlibat dalam upaya penyelamatan diri setelah seluruh tubuhnya dililit oleh ular. Melihat kejadian itu, para warga yang berada di lokasi kejadian berusaha untuk membantu Robert.

Meski sudah bergelimang darah, Robert tak putus asa dan menyelesaikan pertarungan dengan ular tersebut. Walaupun berhasil mengalahkan si ular, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalai luka parah dengan tangan kirinya robek dan nyaris putus.

Sementara ular piton itu sendiri kemudian digantung di desanya. Sisa-sisa dari ular itu dipajang sebagai bukti keberanian Robert bertarung melawan reptil raksasa itu.


Mainkan Game Online Di Senangdomino Sekarang Juga
BandarQ | DominoQQ | AduQ | Poker | Sakong | Bandar Poker | Capsa | Bandar66 
Min Deposit 10.000
Min Withdraw 25.000
Bonus Cashback 0.5%
Bonus Referral 20%
Ayo Buruan Daftar Dan Nikmati Keuntungannya

Selasa, 28 Agustus 2018

Ramalan Penjelajah Waktu : Perang Dunia III Pecah Tahun 2020

Ramalan Penjelajah Waktu : Perang Dunia III Pecah Tahun 2020

RajaBerita - Publik sempat dihebohkan oleh kemunculan seorang pria, yang berupaya menutup wajahnya, dan  mengaku datang dari masa depan. Ia, yang mengaku sebagai penjelajah waktu, menyampaikan pesan dalam sebuah video bahwa Perang Dunia III akan mulai terjadi pada 2020 mendatang.

Menurutnya, meski Kim Jong-un tidak lagi terang-terangan menyatakan perang kepada Amerika Serikat (AS), namun Korea Utara tetap akan terseret ke dalam perang yang disebut akan menyertakan sederet senjata nuklir termutakhir.

Pria yang diketahui bernama Michael Phillips itu, sebagaimana dikutip dari Express.co.uk pada Senin (27/8/2018), turut menyebut bahwa konflik dagang antara negara-negara ekonomi besar akan memicu perseteruan lebih lanjut yang lebih sengit.

Ditambahkan oleh Phillips, AS akan mendapat serangan dari dua kekuatan besar dunia selama Perang Dunia III, yakni China dan Rusia, yang masing-masing memiliki kepentingan tersendiri.

Konon, Rusia akan mengedepankan isu adu pengaruh di Eropa. Sementara, kata dia, China merasa perlu untuk membela kepentingan dagangnya di seluruh dunia, terutama di jalur Pasifik dan Hindia.

Michael Phillips, yang diperkenalkan di awal video berdurasi 13 menit itu, mengklaim Kim Jong-un tidak menyatakan perang terhadap AS. Namun, demikian, Korut juga kena dampaknya. 

situs agen judi casino online indonesia terpercaya rajabakarat

Di luar hal tersebut, Philips juga menyebut bahwa area Pantai Barat AS diramalkan akan mengalami musibah bencana alam yang mematikan di tengah Perang Dunia III.

Salah satu bagian California, konon diprediksi terkena guncangan gempa lebih dari magnitudo 8, yang berpusat di daratan, sehingga berisiko memicu kerusakan berskala besar.

"Kemudian, di Amerika, muncul Oprah Winfrey. Percaya atau tidak, ia mencoba mencalonkan diri sebagai presiden, tapi kemudian akan dikalahkan oleh pesaingnya, sosok baru yang tidak pernah terpikirkan saat ini," tambah Phillips.

Sosok yang disebut 'pesaing' Oprah Winfrey itu, menurut Phillips, akan membawa beberapa keberhasilan pada beberapa proyek ambisius, seperti pendaratan manusia pertama ke Mars, dan upaya 'luar biasa' untuk mengakhiri Perang Dunia III, dan mengubah tatanan kehidupan di Bumi jauh berbeda dari sebelumnya.

Ramalan Phillips yang diunggah di YouTube itu, hingga kini, telah disaksikan lebih dari empat juta penonton, dan menimbulkan pro dan kontra.

Tidak diketahui siapa sosok Phillips sebenarnya, dan juga tidak didapati lanjutan dari video terkait, sehingga banyak pihak menuding, ramalan tak ubahnya seperti kabar bohong atau hoaks.

Ketakutan Memicu Saling Menghormati


Ramalan Penjelajah Waktu : Perang Dunia III Pecah Tahun 2020

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan pada Juli lalu, bahwa Perang Dunia III akan mengarah pada "akhir peradaban manusia", demikian dikutip dari dari Thetrumpet.com pada hari Senin. 

Pernyataan itu muncul selama program televisi "Direct Line With Vladimir Putin" yang ditayangkan tahunan di televisi nasional Rusia, di mana presiden menjawab pertanyaan dari wartawan dan warga dari seluruh Negeri Beruang Merah.

Setelah ditanya apakah perang global ketiga akan pecah, Putin mengutip Albert Einstein, mengatakan: "Saya tidak tahu senjata apa yang akan digunakan dalam Perang Dunia III, namun dalam Perang Dunia IV (perang global selanjutnya) manusia akan berperang dengan tongkat dan batu."

Putin menambahkan, "Kesadaran bahwa perang dunia ketiga dapat membawa akhir peradaban harus mencegah kita mengambil langkah-langkah berbahaya secara global."

Dia melanjutkan, "Kita telah hidup dalam periode damai yang relatif stabil setelah Perang Dunia II. Kita tahu bahwa ada konflik regional di luar sana. ... Tetapi kita tidak pernah mengalami konflik global sejak saat itu. Mengapa? Karena kekuatan militer global telah membentuk paritas strategis. Dan Anda mungkin menemukan kata-kata saya tidak pantas, tetapi itu benar: kekhawatiran masing-masing negara menanamkan rasa hormat pada lawan."

Mainkan Game Online Di Senangdomino Sekarang Juga
BandarQ | DominoQQ | AduQ | Poker | Sakong | Bandar Poker | Capsa | Bandar66
Min Deposit 10.000
Min Withdraw 25.000
Bonus Cashback 0.5%
Bonus Referral 20%
Winrate 87%
Ayo Buruan Daftar Dan Nikmati Keuntungannya
daftar disini

Minggu, 12 Agustus 2018

Bangunan Gedung Petasan Suriah Meledak, 39 Orang Tewas


RajaBerita - Damaskus - Setidaknya 39 orang dilaporkan tewas, termasuk di antaranya 12 anak, setelah ledakan menghancurkan sebuah bangunan --yang diyakini sebagai gudang senjata-- milik pasukan pemberontak di Kota Sarmada, Provinsi Idlib, Suriah.

Kejadian yang terjadi pada Minggu, 12 Agustus itu, diduga berasal dari ledakan bahan peledak yang ada di dalam bangunan terkait.

Dikutip dari BBC, Senin (13/8/2018), puluhan orang lainnya masih hilang, dan proses penyidikan terus dilakukan oleh pihak berwenang setempat.

Provinsi Idlib merupakan wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak, dan diperkirakan akan menjadi target operasi angkatan bersenjata Suriah berikutnya.

Damaskus - Setidaknya 39 orang dilaporkan tewas, termasuk di antaranya 12 anak, setelah ledakan menghancurkan sebuah bangunan --yang diyakini sebagai gudang senjata-- milik pasukan pemberontak di Kota Sarmada, Provinsi Idlib, Suriah.

Kejadian yang terjadi pada Minggu, 12 Agustus itu, diduga berasal dari ledakan bahan peledak yang ada di dalam bangunan terkait.

Dikutip dari BBC, Senin (13/8/2018), puluhan orang lainnya masih hilang, dan proses penyidikan terus dilakukan oleh pihak berwenang setempat.

Provinsi Idlib merupakan wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak, dan diperkirakan akan menjadi target operasi angkatan bersenjata Suriah berikutnya.

China Bantu Pemerintah Suriah



Sementara itu, tersiar kabar bahwa China berniat membantu pemerintahan Presiden Bashar Al Assad untuk memerangi teroris dan pemberontak di Suriah.

Ini menandai pergeseran bagi kebijakan luar negeri Tiongkok, yang telah lama menghindari intervensi dalam konflik militer di negara lain.

Seperti dikutip dari The Daily Beast, pada 1 Agustus lalu, Dubes China untuk Suriah Qi Qianjin mengatakan kepada kantor berita Al Watan milik pemerintah Suriah bahwa "militer (China) berniat untuk berpartisipasi bersama dengan tentara Suriah guna memerangi teroris di Idlib dan beberapa wilayah lain di Suriah."

Sementara itu, Atase Militer Kedutaan China di Suriah, Wong Roy Chang, mengatakan bahwa kerja sama antara tentara Tiongkok dengan Suriah "tengah berlangsung."

"Kami --China dan tentara-- berharap untuk mengembangkan hubungan kita dengan tentara Suriah, berpartisipasi dalam operasi di Idlib. Namun, ini semua membutuhkan keputusan politik," ucap Wong.

Kabar ini juga menandai pergeseran signifikan dari kebijakan non-intervensi China yang telah lama diterapkan, sekaligus mengisyaratkan perubahan besar dalam geopolitik regional. Kendati demikian, "campur tangan" China dalam Perang Suriah sejatinya telah lama terjadi, tapi terbatas pada tataran diplomatik.

Ketika Perang Suriah berkecamuk, China mendukung Rusia --sekutu Presiden Suriah Bashar Al Assad-- dengan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan membawa pembatasan lebih besar terhadap konflik tersebut. Langkah China yang turut menggunakan hak veto-nya menandai perubahan dari kebiasaan abstain Tiongkok dalam voting DK PBB.

Rabu, 08 Agustus 2018

Hebat China Akan Kalahkan Australia Sebagai Donor Keuangan Terbesar

Hebat China Akan Kalahkan Australia Sebagai Donor Keuangan Terbesar

Rajaberita - Beijing - Baru-baru ini, China disebut akan mengambil alih posisi Australia sebagai donor terbesar ke wilayah Pasifik, setelah menjanjikan bantuan senilai US$ 4 miliar (setara Rp 57,6 triliun) tahun lalu.

Selama ini, wilayah Pasifik --yang juga dikenal dengan nama Oceania-- mendapat donor terbesar dari Australia. Namun pada 2017, jumlah bantuan yang dijanjikan oleh China disebut empat kali lipat dibandingkan kucuran dana dari Negeri Kanguru, demikian data dari lembaga think-tank Lowy Institute yang diterbitkan pada Rabu 8 Agustus.

Diketahui bahwa Canberra menjanjikan bantuan senilai 815 juta dolar Australia (setara Rp 11,7 triliun) ke Pasifik pada tahun keuangan 2017-2018.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (9/8/2018), sebagian besar dana dari Beijing dialokasikan untuk proyek infrastruktur di Papua Nugini.

Berita tentang besarnya dana bantuan dari Beijing muncul di tengah kegelisahan Australia terhadap meningkatnya pengaruh China di wilayah tersebut.

Hal itu sempat memicu pertikaian diplomatik awal tahun ini, setelah laporan bahwa sebuah pelabuhan yang didanai oleh pinjaman China di Vanuatu merupakan bagian dari upaya untuk membangun kehadiran militer di kawasan Pasifik.

Beijing - Baru-baru ini, China disebut akan mengambil alih posisi Australia sebagai donor terbesar ke wilayah Pasifik, setelah menjanjikan bantuan senilai US$ 4 miliar (setara Rp 57,6 triliun) tahun lalu.

Selama ini, wilayah Pasifik --yang juga dikenal dengan nama Oceania-- mendapat donor terbesar dari Australia. Namun pada 2017, jumlah bantuan yang dijanjikan oleh China disebut empat kali lipat dibandingkan kucuran dana dari Negeri Kanguru, demikian data dari lembaga think-tank Lowy Institute yang diterbitkan pada Rabu 8 Agustus.


Diketahui bahwa Canberra menjanjikan bantuan senilai 815 juta dolar Australia (setara Rp 11,7 triliun) ke Pasifik pada tahun keuangan 2017-2018.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (9/8/2018), sebagian besar dana dari Beijing dialokasikan untuk proyek infrastruktur di Papua Nugini.

Berita tentang besarnya dana bantuan dari Beijing muncul di tengah kegelisahan Australia terhadap meningkatnya pengaruh China di wilayah tersebut.

Hal itu sempat memicu pertikaian diplomatik awal tahun ini, setelah laporan bahwa sebuah pelabuhan yang didanai oleh pinjaman China di Vanuatu merupakan bagian dari upaya untuk membangun kehadiran militer di kawasan Pasifik.

Kemungkinan Lunturnya Pengaruh Australia


Hebat China Akan Kalahkan Australia Sebagai Donor Keuangan Terbesar

Secara keseluruhan, bantuan ke Pasifik menurun, menyusut 20 persen antara tahun 2011 dan 2016. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Prancis, semua donor penting sebelumnya, telah secara signifikan mengurangi bantuan mereka.

Pemerintah Koalisi Australia telah membuat pemotongan bantuan senilai $ 11 miliar sejak mengambil alih kantor pada tahun 2013, membawa anggaran bantuan ke tingkat "paling murah hati" yang pernah ada. Bantuan ke Pasifik kini mencapai hampir sepertiga dari program bantuan Negeri Kanguru.

Menteri luar negeri Australia, Julie Bishop, berbicara kepada kantor berita ABC, membela bantuan yang dari pemerintahnya ke wilayah sebagai "rekor tertinggi" dalam satu dekade terakhir.

Dia mengaku tidak merasa khawatir terhadap kemungkinan penguatan pengaruh China di wilayah Pasifik.

"Kami menyambut baik peran yang dimainkan oleh semua donor, termasuk China, untuk mendukung pembangunan di Pasifik," kata Bishop, menambahkan bahwa itu adalah donor penting "jangan memaksakan beban utang yang membebani pemerintah daerah."

Namun, Profesor Clarke memperingatkan bahwa jika China akan menjadi kekuatan dominan di kawasan itu, nilai-nilai yang dihargai oleh Australia bisa terkikis.

"Risiko lainnya adalah kedaulatan negara penerima dengan tingkat utang jangka panjang. China memberikan pinjaman lunak yang signifikan untuk membiayai infrastruktur," ujar Profesor Clarke.

Dia memperingatkan bahwa jika negara-negara Pasifik tidak dapat membayar kembali pinjaman mereka, kemungkinan ganti ruginya adalah harus memberikan tanah atau sumber daya ke China, seperti yang terjadi di Sri Lanka.

Jumat, 13 Juli 2018

Peti Mati Yang Tak Pernah Di Sentuh Akhirnya Dibuka

Peti Mati Yang Tak Pernah Di Sentuh Akhirnya Dibuka

RajaBerita - Kairo - Arkeolog tengah bersiap untuk membuka sarkofagus granit hitam yang ditemukan di kota pelabuhan Mesir, Alexandria. Benda purbakala tersebut ditemukan oleh pekerja konstruksi ketika sedang menggali di sekitar tempat kejadian.

Dengan tinggi hampir dua meter dan panjang tiga meter, sarkofagus ini merupakan yang terbesar yang pernah ditemukan utuh di kota kuno itu.

Ketika digali, artefak tersebut berada di samping patung kepala dari alabaster -- batu mineral yang lembut, sering digunakan untuk mengukir dan diproses untuk bubuk plester -- yang diyakini mewakili penghuni makam.

Sarkofagus granit itu menjadi sumber kegembiraan bagi para arkeolog, sebab lapisan mortar di antara badan dan tutupnya menandakan bahwa isinya tidak tersentuh selama dikubur.

Kedua penemuan tersebut diyakini berasal dari periode Ptolemaic awal, yang dimulai setelah kematian Alexander Agung pada 323 SM.

"Kami perkirakan makam ini adalah milik salah satu pejabat tinggi pada periode itu," kata Ayman Ashmawy, kepala urusan artefak di Kementerian Barang Antik dan Benda Kuno Mesir.

"Sedangkan kepala alabaster mungkin adalah seorang bangsawan di Alexandria. Ketika kami membuka sarkofagus, kami berharap benda-benda yang berada di dalamnya tetap utuh, sehingga bisa membantu kami untuk mengidentifikasi patung itu," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (12/7/2018).

Tetapi, menurut Ashmawy, membuka sarkofagus untuk pertama kali diperlukan tenaga ekstensif agar terlaksana sempurna.


"Sangat berisiko untuk membukanya secara langsung, kami perlu mempersiapkannya," ujar Ashmawy menjelaskan.

Ia menambahkan, sarkopagus akan dibuka di situs itu juga karena sulit untuk memindahkannya secara utuh dan membukanya apabila sudah berada di museum Mesir.

"Sarkofagus tersebut berada lima meter di bawah tanah dan berat totalnya yakni lebih dari 30 ton. Penutupnya saja beratnya sudah 15 ton."

Dalam beberapa minggu mendatang, tim teknisi akan mengunjungi situs tersebut untuk menyediakan alat pengangkat berat dan alat pendukung struktural.

Semua ini mungkin diperlukan oleh para arkeolog untuk melepas tutup sarkofagus. Setelah berada di dalam, ahli mumifikasi dan restorasi akan mengambil alih pekerjaan untuk memastikan isinya.

Harta Karun Mumi Kucing

Peti Mati Yang Tak Pernah Di Sentuh Akhirnya Dibuka

Sementara itu di Sydney, Australia, sejumlah koleksi barang antik Mesir (artefak) ditemukan saat seorang pemilik rumah sedang bersih-bersih.

Penemuan itu terjadi di rumah Rosemary Beattie yang mengaku waktu kecil dia memang pernah diperlihatkan benda yang tampak seperti mumi kucing di rumah neneknya tersebut.

"Kami datang melihat-lihat, dan saya pikir itu kucing," kata Beattie, demikian dikutip dari laman ABC Indonesia, Minggu 3 Juni 2018.

Barang yang dibungkus kain itu adalah merupakan salah satu dari barang antik milik kakeknya, Dr. John Basil St Vincent Welch, yang dibawanya pulang setelah bertugas sebagai paramedis di tengah Perang Dunia I.

Diyakini bahwa kakeknya mendapatkan bantuan dari penerjemah setempat dalam membeli barang-barang antik ini sebagai oleh-oleh dari Mesir.

"Dia membawa kembali kenangan indah," kata Beattie.

Sejumlah artefak itu disimpan oleh ibu Beattie, Margaret St Vincent.

Barang-barang itu diwariskan suaminya, yang juga bernama John Basil St. Vincent Welch, yang mewarisi barang antik itu setelah kematian ayahnya.

Namun kondisi kesehatan Margaret memaksanya pindah ke fasilitas perawatan lansia. Rumahnya pun dijual untuk membantu biaya perawatannya.

Saat membersihkan rumah itulah, Beattie mendapat tugas untuk menangani satu kotak berisi barang-barang antik dari Mesir.

"Kotaknya besar. Kotak itu sudah tergeletak di beranda, di atas lemari. Kami sedang memikirkan apa yang akan kami lakukan."

Anggota keluarga menyarankan barang-barang tersebut disumbangkan ke Universitas Sydney. Baik John Basil maupun anaknya pernah menuntut ilmu di sana.

Arkeolog di universitas itu, Candace Richards, sangat senang saat mengetahui keberadaan koleksi tersebut.

"Saya senang, antusias, dan penasaran dengan apa yang ada di rumah itu," kata Richards.

"Kami tahu bahwa banyak tentara, terutama pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II, membeli artefak asli dan kami juga tahu banyak barang palsu."

Dengan donasi itu, Museum Nicholson Universitas Sydney telah mengatalogkan 185 artefak, mulai dari amulet kecil, kumbang scarab, hingga fragmen peti mati, barang keramik dan koin perunggu dari era Romawi.

Diyakini beberapa dari benda itu berasal dari milenium pertama Sebelum Masehi.

"Ini sangat langka di Australia. Kami memiliki barang-barang dari prajurit Perang Dunia I lainnya tetapi skalanya tidak sebesar ini."

Salah satu benda berbentuk panjang yang dibungkus kain diduga adalah mumi kucing. Artefak tersebut akan diperiksa lagi untuk mengonfirmasi apakah benar isinya kucing.


"Kita tidak bisa membongkarnya begitu saja karena akan menghancurkan artefaknya," katanya. "Dengan teknologi kedokteran yang kita gunakan selama ini, kita bisa menerapkannya untuk artefak Mesir."

Diharapkan barang-barang itu nantinya akan ditampilkan dalam pameran di salah satu fasilitas museum yang diharapkan selesai pada 2020.

Berusia Ribuan Tahun


Keluarga Beattie sebelumnya telah menyumbangkan 70 item yang berhubungan dengan militer ke Australian War Memorial.

Peninggalan lain yang ditemukan di rumah mereka termasuk 500 piringan foto negatif, pedang, dan granat tangan yang awalnya disimpan ayahnya yang juga bertugas selama Perang Dunia II.

Medali yang dimiliki dua tentara Jerman akan dikembalikan ke pemiliknya yang sah.

Ibunda Beattie, Margaret, meninggal tidak lama setelah artefak Mesir ini disumbangkan. Namun hal ini mendorongnya untuk mengungkap lebih banyak tentang sejarah keluarganya.

"Sayangnya kakek saya tidak banyak dibicarakan karena dia meninggal, ketika ayah saya berusia lima atau enam tahun akibat influenza," katanya.

"Jadi kami tidak tahu banyak tentang pria luar biasa itu dan sekarang kami menemukan betapa dia sangat menarik. Ini sangat berarti kami."

Sosok Pahlawan Bernama Adul Sam-on Jadi Penyelamat Di Gua Thailand

Sosok Pahlawan Bernama Adul Sam-on Jadi Penyelamat Di Gua Thailand

RajaBerita - Bangkok - Seorang remaja dari salah satu negara termiskin dunia ini muncul sebagai pahlawan dalam misi penyelamatan gua Thailand. Siapa dia?

Namanya Adul Sam-on, seorang anggota tim sepak bola Wild Boars yang berusia 14 tahun. Seperti dikutip dari News.com.au, Kamis (12/7/2018), sosoknya dianggap memainkan peran penting dalam misi penyelamatan dramatis rekan-rekan dan pelatihnya.

Remaja itu mahir dalam lima bahasa: Inggris, Thailand, Burma, Mandarin dan Wa, bahasa yang digunakan di dekat perbatasan Myanmar dan China.

Pengetahuan Adul tentang bahasa Inggris sangat penting, karena itulah memungkinkan dia berbicara dengan penyelam penyelamat dari Inggris yang menemukannya bersama rekan-rekan dan sang pelatih setelah terjebak sembilan hari.

Saat ditemukan, Adul memberikan penjelasan kepada tim penyelamat tentang berapa lama mereka sudah berada di gua dan apa yang mereka butuhkan.

Angkatan Laut Thailand SEAL yang berada dalam tim penyelamat kemudian membagikan foto anak laki-laki itu tengah senyum lebar. Tidak peduli betapa mengerikan situasi yang dihadapinya, dia bisa tersenyum optimis.

"Saya Adul, saya sehat-sehat saja," kata remaja kurus di Thailand itu dalam sebuah video yang muncul beberapa jam setelah kelompok itu ditemukan. Dia juga menyampaikan salam tradisional Thailand "wai" untuk menunjukkan kesopanan.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku tentang Adul adalah sikapnya yang baik. Dia memberi isyarat 'wai' kepada setiap guru yang mengajarnya, setiap saat," kata salah satu instrukturnya, Phannee Tiyaprom di Ban Pa Moead School kepada AFP.

Adul pun dipuji karena kemampuannya mahir berbahasa Inggris. Padahal, di negara itu kurang dari sepertiga penduduknya memahami bahasa tersebut.

Adul adalah satu-satunya yang bisa berkomunikasi dengan penyelam Inggris, yang menemukan anak-anak itu pada Senin malam, 2 Juli.


"Hari apa ini?" teriaknya seraya memberi tahu para penyelam bahwa mereka lapar dengan rekaman yang disiarkan ke seluruh dunia.

Ketika berita misi penyelamatan dari gua Thailand itu mendunia, latar belakang semua anak laki-laki tersebut pun dicari tahu.

Duganpet Promptep, sang kapten, masuk bersama tim sepak bolanya untuk mengatasi ketakutannya terhadap kegelapan. Sementara Peerapat Sompiangjai sedang merayakan hari ulang tahunnya pada hari ia berkelana bersama teman-teman ke gua.

Tetapi Adul memiliki salah satu kisah yang paling memilukan.

Orangtua anak itu menurunkannya di sebuah Gereja Baptis Thailand delapan tahun yang lalu, meminta agar pendeta dan istrinya merawatnya, The New York Times melaporkan.

Di wilayah Wa yang memiliki pemerintahan sendiri, tapi tak diakui oleh Myanmar atau secara internasional, pendidikan dan kesempatan kerja adalah hal langka.

Sebaliknya, wilayah itu dikenal marak perdagangan narkoba dan perang gerilya.

Akan tetapi, status Adul sebagai anak tanpa kewarganegaraan justru membuatnya unggul. Dia bahkan lebih pandai dari teman-teman sekelasnya.

Pemain sepak bola muda itu dikenal sebagai overachiever.

Overachiever adalah sebutan untuk orang yang dengan obsesi dalam meraih atau melakukan sesuatu. Identik dengan sifat percaya diri, ambisius, aktif, dan kompetitif. Hampir dalam segala hal, overachiever adalah orang yang berorientasi pada hasil, baik dalam prestasi akademik maupun persaingan bakat (pertandingan olahraga, musik, dan sebagainya).

Sosok Serba Bisa



Menurut The Wall Street Journal, teman-teman dan gurunya menggambarkan Adul sebagai seorang yang serbabisa. Dia mampu memainkan tiga instrumen musik, telah memenangkan piala untuk setiap olahraga mulai dari bola voli hingga futsal, dan seorang siswa terbaik.

Dia adalah murid teratas di kelasnya di Sekolah Ban Wiang Phan di Mae Sai, dengan catatan akademis yang tak tertandingi.

"Sepak bola adalah hidupku," kata Adul kepada salah seorang sahabatnya, Luea-Boon Junta.

Kepala sekolah Adul, Phunawhit Thepsurin, menggambarkan remaja itu sebagai sosok berharga.

"Dia pandai dalam pelajaran dan olahraga ... dia membuat sekolah mendapat beberapa medali dan sertifikat atas prestasinya," kata Phunawhit Thepsurin kepada AFP.